~Fi Ayyi Ardhin Taskun Fa Hunaka DAkwatun Tubna~
There was an error in this gadget

Wednesday, September 30, 2009

the lost spirit

di mana kan ku cari semangat itu
semangat yang mana telah menjulang nama
di mana harus ku mula
ku merasakan semangat itu telah lama menyepi
menanti, menunggu masa untuk ku seru
bagaimana ingi ku seru
bagaimana..
tolong la aku
sape2..
aku memerlukan semangat itu kembali
berdamping dengan ku
selalu...
semangat!!!
semangat!!!
semangat!!!

yes..dah dapat...
alhamdulillah

Saturday, September 19, 2009

Terima Kasih Pada Yang Sudi

salam untuk semua

hari ini adalah hari terakhir ramadhan 1930H
esok kita akan sambut hari raya.
selamat hari raya ku ucapkan

terasa sedih terkenangkan bulan yang penuh keberkatan
hati ku terasa sayu apabila ramadhan akhirnya ingin 'pulang'
ku kenangkan kembali
ramadhan tahun ini yang ku lalui
ruginya aku...

hari ini
sebelum raya disambut
tepat jam 4.55.15 ptg..
aku meluahkan masa untuk mengarang sedikit

suasana hari raya memang sesuatu yang paling menyeronokkan
ahli keluarga semua pulang beraya
xkira yang juah di mana sahaja
pulang ke kampung berhari raya bersama keluarga tersayang
sudah lama xberjumpa
inilah masanya bersua kembali
merapatkan hubungan..

namun,
ada juga yang xberkesempatan untuk pulag berhari raya
bersama keluarga tersayang
yang berada jauh
jauh di seberang
sedih bila terkenangkan mereka yang jauh

hari ini,
jam berlalu ke pukul 5.03.09 ptg
entahlah
aku pun xtau ape nak di tulis
setiap kali aku rasa sedih..
aku akan cakap sorang2 lah
ni time aku rasa sdih..huhuuhu
sape lagi nak dengar aku cakap
aku type jela dalam blog ni..
then sape2 nak baca, baca je la

nak tau kisahnya????
tunggu post yang akan datang i.a

salam

Wednesday, September 9, 2009

Life brief candle

Empat Lilin
Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata:

“Aku adalah Damai

Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata:
“ Aku adalah Iman

Sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku,
Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:

“ Aku adalah Cinta

Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga

Tanpa terduga...

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:

“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

Akulah

HARAPAN”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita....

...dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!